Kamis, 17 April 2014

Serat Kalatidha dan Kekinian

Salah satu karya besar dari Raden Mas Ngabehi Ronggowarsito, Serat Kalatidha bisa menggambarkan keadaan saat ini, semoga kita diberikan 'eling' dan 'waspada' untuk memilih pemimpin yang amanah untuk negeri ini. 

Mangkya darajating praja
Kawuryan wus sunyaturi
Rurah pangrehing ukara
Karana tanpa palupi
Atilar silastuti
Sujana sarjana kelu
Kalulun kala tida
Tidhem tandhaning dumadi
Ardayengrat dene karoban rubeda


Keadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot.
Situasi (keadaan tata negara) telah rusah, karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi.
Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama.
Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan).
Suasananya mencekam. Karena dunia penuh dengan kerepotan.


Ratune ratu utama
Patihe patih linuwih
Pra nayaka tyas raharja
Panekare becik-becik
Paranedene tan dadi
Paliyasing Kala Bendu
Mandar mangkin andadra
Rubeda angrebedi
Beda-beda ardaning wong saknegara


Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik,
Patihnya juga cerdik, semua anak buah hatinya baik, pemuka-pemuka masyarakat baik,
namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan.
Oleh karena daya jaman Kala Bendu.
Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi.
Lain orang lain pikiran dan maksudnya.


Katetangi tangisira
Sira sang paramengkawi
Kawileting tyas duhkita
Katamen ing ren wirangi
Dening upaya sandi
Sumaruna angrawung
Mangimur manuhara
Met pamrih melik pakolih
Temah suka ing karsa tanpa wiweka


Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis, penuh kesedihan,
mendapatkan hinaan dan malu, akibat dari perbuatan seseorang.
Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur
sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada.


Dasar karoban pawarta
Bebaratun ujar lamis
Pinudya dadya pangarsa
Wekasan malah kawuri
Yan pinikir sayekti
Mundhak apa aneng ngayun
Andhedher kaluputan
Siniraman banyu lali
Lamun tuwuh dadi kekembanging beka


Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu.
Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar,
bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali.
Sebenarnya kalah direnungkan, apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ?
Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja.
Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri, hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan.


Ujaring panitisastra
Awewarah asung peling
Ing jaman keneng musibat
Wong ambeg jatmika kontit
Mengkono yen niteni
Pedah apa amituhu
Pawarta lolawara
Mundhuk angreranta ati
Angurbaya angiket cariteng kuna


Menurut buku Panitisastra (ahli sastra), sebenarnya sudah ada peringatan.
Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini, orang yang berbudi tidak terpakai.
Demikianlah jika kita meneliti. Apakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala.


Keni kinarta darsana
Panglimbang ala lan becik
Sayekti akeh kewala
Lelakon kang dadi tamsil
Masalahing ngaurip
Wahaninira tinemu
Temahan anarima
Mupus pepesthening takdir
Puluh-Puluh anglakoni kaelokan


Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala,
guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul.
Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama,
mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati, akhirnya “nrima”
dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan.
Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh.


Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Milu edan nora tahan
Yen tan milu anglakoni
Boya kaduman melik
Kaliren wekasanipun
Ndilalah karsa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada


Hidup didalam jaman edan, memang repot.
Akan mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman
tidak mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita kelaparan.
Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada.


Semono iku bebasan
Padu-padune kepengin
Enggih mekoten man Doblang
Bener ingkang angarani
Nanging sajroning batin
Sejatine nyamut-nyamut
Wis tuwa arep apa
Muhung mahas ing asepi

Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma


Segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. Betul bukan ?
Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian.
Namun sebenarnya didalam hati repot juga. Sekarang sudah tua,
apa pula yang dicari. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan.


Beda lan kang wus santosa
Kinarilah ing Hyang Widhi
Satiba malanganeya
Tan susah ngupaya kasil
Saking mangunah prapti
Pangeran paring pitulung
Marga samaning titah
Rupa sabarang pakolih
Parandene maksih taberi ikhtiyar


Lain lagi bagi yang sudah kuat. Mendapat rakhmat Tuhan.
Bagaimanapun nasibnya selalu baik.
Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah.
Namun demikian masih juga berikhtiar.


Sakadare linakonan
Mung tumindak mara ati
Angger tan dadi prakara
Karana riwayat muni
Ikhtiyar iku yekti
Pamilihing reh rahayu
Sinambi budidaya
Kanthi awas lawan eling
Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma


Apapun dilaksanakan. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan.
Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar,
hanya harus memilih jalan yang baik.
Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan
waspada agar mendapat rakhmat Tuhan.


Ya Allah ya Rasulullah
Kang sipat murah lan asih
Mugi-mugi aparinga
Pitulung ingkang martani
Ing alam awal akhir
Dumununging gesang ulun
Mangkya sampun awredha
Ing wekasan kadi pundi
Mula mugi wontena pitulung Tuwan


Ya Allah ya Rasulullah, yang bersifat murah dan asih,
mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini.
Sekarang kami telah tua, akhirnya nanti bagaimana.
Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami.


Sageda sabar santosa
Mati sajroning ngaurip
Kalis ing reh aruraha
Murka angkara sumingkir
Tarlen meleng malat sih
Sanityaseng tyas mematuh
Badharing sapudhendha
Antuk mayar sawetawis
BoRONG angGA saWARga meSI marTAya


Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa,
seolah-olah dapat mati didalam hidup.
Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan.
Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya.
Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami.

Sabtu, 01 Februari 2014

Piaggio Aero Multirole Patrol Aircraft (MPA) Patut Dipertimbangkan sebagai Pesawat Intai Maritim TNI AL

MPA didasarkan pada P.180 Avanti dipatenkan Three-Lifting-Surface Configuration (3LSC)
Untuk pengawasan maritim Indonesia perlu kiranya ada tambahan pesawat intai maritim meskipun kita telah memiliki pesawat patroli baru yakni CN 235 MPA dan CN 295, salah satunya adalah Piaggio Aero MPA.
Piaggio Aero Multirole Patrol Aircraft (MPA) adalah sebuah pesawat misi khusus canggih yang dikembangkan oleh Piaggio Aero Industries dalam kemitraan dengan Autonomous System Abu Dhabi Investasi (Adasi), anak perusahaan dari tawazun.
MPA akan cocok untuk maritim , pantai, tanah dan misi keamanan lepas pantai. Kemampuan Misinya termasuk intelijen, pengawasan dan pengintaian, patroli zona ekonomi eksklusif dan pencarian dan penyelamatan (SAR).

Rincian pembangunan Piaggio Aero MPA 

Adasi dan Piaggio Aero bermitra untuk pengembangan MPA pada Juli 2012. Piaggio Aero akan menggelar dua prototip pesawat sebagai bagian dari pembangunan. Penerbangan perdana pertama Piaggio Aero MPA prototipe diharapkan untuk mengambil tempat di Italia pada pertengahan 2014.
Desain pesawat ini didasarkan pada pesawat Piaggio Aero P.180 Avanti II.Ini telah meningkatkan kapasitas bahan bakar, dan sayap dan permukaan ekor horisontal dan rentang dibandingkan dengan P.180 Avanti II.

Fitur desain Piaggio Aero MPA

Piaggio Aero MPA memiliki berdiri daerah operasi penuh yang menawarkan kenyamanan terbaik di kelasnya untuk dua awak. Kenyamanan awak ditingkatkan oleh kebisingan yang rendah dan tingkat getaran dan kabin relatif fitur ketinggian tekanan.
The multirole pesawat tindakan 14.4m panjang, 3.96m tinggi dan 21.37m dalam rentang. The lepas landas dan mendarat bobot maksimum dari MPA adalah £ 16.100 dan £ 14.500 masing-masing.
"Kenyamanan awak ditingkatkan oleh kebisingan yang rendah dan tingkat getaran dan kabin relatif fitur ketinggian tekanan."
Pesawat ini memiliki berat bahan bakar nol dari £ 11.050 dan bisa memuat hingga £ 5.300 bahan bakar.Kapasitas bahan bakar beban maksimum £ 5.100 pada payload maksimum.
Kapasitas misi payload, termasuk peralatan misi dan dua operator, adalah £ 1350.

Peralatan pengawasan onboard MPA

Saab dijamin order senilai € 15.5m ($ 20.25m) dari Piaggio Aero Industries pada Desember 2012 untuk menyampaikan dan mengintegrasikan peralatan pengawasan untuk MPA.
Pesawat ini akan diintegrasikan dengan sensor radar terbaru, kamera infra-merah dan sistem misi canggih Aquila. Hal ini dapat opsional dilengkapi dengan sistem perlindungan diri (SPS).

Sistem avionik

Rockwell Collins dipilih oleh Piaggio Aero pada Februari 2013 untuk mengembangkan Pro Fusion Jalur sistem avionik terpadu untuk MPA.
Sistem avionik fitur 35.5cm kontrol sentuh menampilkan penerbangan utama yang mendukung operasi alam, head-up dan mata-maju. Hal ini dilengkapi dengan visi sintetis untuk menyediakan kru dengan peningkatan kesadaran situasional medan. Pro Baris Fusion juga menggabungkan komunikasi dan sistem navigasi canggih.
"Pesawat ini akan diintegrasikan dengan sensor radar terbaru, kamera infra-merah dan sistem misi canggih Aquila."
Sistem Pro Baris Fusion juga memiliki fitur layanan Ascend Informasi Aircraft Manager untuk secara otomatis mentransfer informasi pesawat.
Pesawat mengintegrasikan link 2000 + Pengontrol Percontohan Data Link Komunikasi (CPDLC) sistem dengan wideband data link LOS dan sistem Ku / Ka Blos SATCOM.
Sistem komunikasi meningkatkan efisiensi operasional pesawat dengan mengirimkan pesan elektronik. Hal ini dapat disesuaikan untuk mengintegrasikan dengan Link11/16 dan IFF interrogator.
Keselamatan pesawat ditingkatkan dengan Sistem Traffic Alert Collision Avoidance (TCAS) II.
Immagine 2

Mesin dan kinerja Piaggio Aero MPA

Piaggio Aero MPA ini didukung oleh dua mesin turboprop PT6A-66B diproduksi oleh Pratt & Whitney Canada. Setiap mesin, mengemudi di lima berbilah, kebisingan yang rendah Hartzell dan counter rotating propeller, menghasilkan 950shp.
Jangkauan maksimum dan pelayanan langit-langit pesawat adalah 3.300 nm dan 41.000 ft masing-masing. Kecepatan jelajah maksimum adalah 350Ktas. MPA bisa naik ke 35.000 kaki dalam 20 menit pada berat maksimum.
Pesawat ini dapat beroperasi pada ketinggian tinggi selama lebih dari sepuluh jam. Hal ini dapat patroli selama tujuh jam terus menerus pada ketinggian 5.000 kaki di daerah yang luas.

Jumat, 31 Januari 2014

Menimbang Tawaran HMS Queen Elizabeth Class of Aircraft Carrier untuk TNI AL

QE Kelas
Krisis ekonomi yang melanda Inggris memaksa pemerintah Kerajaan untuk menunda dan bahkan membatalkan kontrak pemesanan Kapal Induk masa depan Inggris yakni HMS Queen Elizabeth. Dengan biaya pembangunan sebesar £ 6,2 miliar membuat kas keuangan negara semakin terjepit, dimana posisi hutang yang semakin bertambah dimana terjadi pengurangan besar-besaran untuk anggaran militer dan anggaran rutin. Ini menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang imbasnya banyaknya pengangguran serta kerawanan sosial. Masih ditambah hutang yang sudah jatuh tempo memaksa pemerintah untuk mencari cara mengatasi kerugian, menghindari upaya hukum lewat pembatalan pembelian dan mencari sumber pemasukan bagi penerimaan pendapatan negara.
Personil operator AS mengeksplorasi HMS Ratu Elizabeth
Kedatangan Perdana Menteri inggris beberapa waktu lalu dan Menteri Luar Negeri Sang Ratu, adalah dalam upaya membujuk Indonesia mau mengakuisisi pesanan-pesanan yang telah dan akan datang namun tak terbayarkan, diantanya adalah penawaran HMS Queen Elizabeth ini. Mengingat masa lalu yang kelam hubungannya dengan Indonesia, yakni embargo terhadap Pesawat Tempur Hawk dan Tank Scorpion dalam kasus pelanggaran HAM di Timor Timur.  Sehingga hanya sekelas Perdana Menterilah yang diutus untuk merundingkan kesepakatan ini mengingat urgensinya dan menyangkut hubungan strategis kedua belah pihak.

Jadi tidaknya tergantung dari keuangan negara Indonesia, dimana belanja militer dibawah 1 % dari GDB apakah mencukupi atau tidak, disamping opsi pembayaran lewat proyek pertambangan. Serta adanya jaminan tidak ada prasarat khusus dan bebas embargo, maka pemerintah dibawah kepemimpinan SBY perlu kiranya dipertimbangkan. 
Ratu Elizabeth menutup 'bab penting' dengan konstruksi lambung nya selesai
Diperkirakan bulan Juli 2014, Kapal Induk HMS Queen Elizabeth selesai pembangunannya dan siap diluncurkan. Tidak ada salahnya  jika nantinya diikutkan dalam parade militer di bulan Oktober 2014 dimasa akhir pemerintahan SBY.

Menebak Varian dari 10 Skadron Sukhoi TNI AU

Indonesia menargetkan membeli 180 pesawat tempur Sukhoi dan membangun 10 Skadron di seluruh Indonesia untuk memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat di Makassar, Senin, menegaskan bahwa pertahanan NKRI harus diperkuat.
“Untuk mempertahankan kedaulatan NKRI kita menargetkan 180 pesawat tempur Sukhoi dengan membangun 10 Skadron,” katanya.
militer pesawat su-35 pematrolian-e HD Wallpaper
Setiap skadron, lanjut mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu, akan diisi 18 pesawat tempur buatan Rusia itu.
Ia mengatakan, target perencanaan penguatan 180 armada tempur TNI AU jenis Sukhoi itu diharapkan terealisasi hingga 2024.
Su-34 Fullback
Purnomo mengatakan, pengadaan pesawat tempur Sukhoi itu sangat dimungkinkan karena pemerintah Rusia siap menyediakan berapa pun jumlah pesawat tempur yang diminta Indonesia.
Menurutnya, dengan membaiknya kondisi keuangan negara diharapkan semua Renstra Kementrian Pertahanan bisa lebih cepat terlaksana.
“Dengan membaiknya perekonomian bangsa semakin memudahkan pemerintah untuk memperkuat pertahanan,” terangnya. 
Paling tidak ada 5 jenis Sukhoi yang akan melengkapi kekuatan udara yakni Su 27 SK/SKM, Su 30 MK2/MKi, Su 34 Platypus, Su 35s, dan Su T-50 Pakfa yang masing-masing terdiri dari 2 skadron yang berisi 18 pesawat tempur. Adapun penempatannya yakni Kep Riau/Kalimantan mendapat jatah 1 Ska Su 27 SK/SKM dan 1 Ska Su 30 MK2/MKi, Sulawesi mendapat 1 Ska Su 34 Platypus dan 1 Ska Su 35s, Papua 1 Ska Su 27 SK/SKM dan 1 Ska Su 30 MK/Mki, dan Jawa 1 Ska Su 34 Platypus, 1 Ska Su 35s dan 2 Ska Su T-50 Pakfa. Ini diluar Sukhoi untuk TNI AL yang disebut-sebut akan memiliki minimal 1 Ska Su 33. 

Kamis, 30 Januari 2014

Tambahan 4 Kapal Selam U-214s, TNI AL Makin Gahar

Greece Financial Crisis Pictures & Photos

Pada hari Senin 21 September 2009, ThyssenKrupp Marine memberitahu Menteri Pertahanan Yunani bahwa itu membatalkan "The Archimedes Project" kontrak untuk 4 U-214 kapal selam diesel-listrik dengan teknologi Propulsion Air-Independent, karena pembayaran pemerintah itu tetap di bawah air terlalu panjang. Akumulasi tunggakan pembayaran lebih dari EUR 520 juta (kemudian $ 767.000.000), dan sebagainya ThyssenKrupp dan anak perusahaan Hellenic Shipyards mencari arbitrase internasional, dalam rangka untuk memulihkan beberapa pembayaran karena di bawah kontrak.

German submarine type 214
Pembangunan itu hanya bab terbaru dalam saga panjang dan berkelanjutan. Jika masalah tetap tidak terselesaikan, atau arbitrase mengakibatkan pembayaran terminasi tapi tidak ada pengiriman, Yunani mungkin telah menemukan sendiri tanpa kekuatan kapal selam. Sebuah resolusi itu tiba di, tapi gagal eksekusi oleh Hellenic Shipyards telah meninggalkan armada kapal selam Yunani masa depan dalam limbo, bahkan saat investigasi dan uji coba mengirim mantan pejabat Yunani ke pengadilan dan penjara karena korupsi yang terkait dengan pembelian.

German submarine U34, Class 212

Indonesia dan Jerman tandatangani Memory of Understanding (MoU) di bidang pertahanan, Senin, 27 Pebruari 2012 selain pembelian Tank MBT Leopard 2A7 juga termasuk 4 unit Kapal Selam Diesel elektrik U-214s yang merupakan pesanan AL Yunani. Melihat pembelian ini tidaklah mengherankan, dimana Indonesia sudah familier dengan kapal selam dari Jerman yakni U-209 yang telah memperkuat TNI AL selama ini. Dan jangan lupa berita terbaru mengenai upgrade kapal selam U-209 ke Jerman langsung dan tidak lagi ke Korea Selatan merupakan momen untuk mengirim U-214s ke Indonesia. Jadi jangan kaget bila sewaktu-waktu kapal ini muncul di perairan Indonesia mengingat barangnya ready stock.

Rabu, 29 Januari 2014

7 Kapal Selam Nuklir dari Inggris untuk TNI AL (HMS Astute)

Berita bergabungnya armada Kapal Selam Nuklir milik Inggris HMS Astute ke TNI AL bukanlah berita baru. Sejak ditandatangani pembelian tahun 2012, telah dikirim untuk memasuki layanan ke TNI AL pada bulan Agustus 2013. Dan diperkirakan akan menyusul datang lagi  di tahun 2014. Dan ditengah kehadiran Perdana Menteri Inggris bulan Januari 2014 di Jakarta rupanya diikuti pula dengan pengiriman Kapal Selam Nuklir ini. 
Kapal Selam seharga 1 Milliar Dollar US ini merupakan Flagship lain mendampingi Kapal Induk yang telah dibeli baru-baru ini. Mengingat ancaman yang semakin nyata terhadap kedaulatan NKRI, maka wajar kiranya pengadaan HMS Astute ini. Meskipun mahal, namun sangat ekonomis dalam pemakaian dikarenakan tidak memerlukan pengisian BBM dan mampu menyelam seumur hidupnya (25 tahun).
Diawali dengan krisis Ekonomi yang melanda Inggris di awal tahun 2011-2012 lalu, yang akhirnya harus menjual pesanan dari AL Inggris kepada Indonesia. Kapal Selam ini 100 % baru, bukan bekas pakai sehingga maintenance lebih mudah. 
HMS Astute merupakan kapal selam bertenaga nuklir di Royal Navy, kapal utama di kelasnya. Astute merupakan kapal selam kedua dari Royal Navy untuk diberi nama untuk karakteristik kelihaian dan penegasan. Yang pertama adalah Perang Dunia II Amphion kelas Astute. Dia adalah kapal selam serang terbesar Royal Navy

Dibangun sebagai penerus kelas Trafalgar, Astute adalah 50% lebih besar dari T-boats namun memiliki awak lebih kecil. Reaktor nuklir 7.400 ton Astute tidak akan perlu mengisi bahan bakar selama 25 tahun . Karena kapal selam dapat memurnikan air dan udara, ia akan mampu untuk mengelilingi planet tanpa muncul ke permukaan. Batas utama adalah bahwa kapal selam hanya akan mampu membawa pasokan tiga bulan 'makanan untuk 98 kru.
Astute memiliki penyimpanan untuk 38 senjata dan biasanya akan membawa dua Spearfish Heavy torpedo dan Block IV Tomahawk cruise missiles, yang terakhir biaya £ 870.000
setiap Astute diperintahkan dari GEC Marconi Kelautan (sekarang BAE Systems Submarine Solusi) pada tanggal 17 Maret 1997. Dia diletakkan di fasilitas BAE kapal selam di Barrow-in-Furness pada tanggal 31 Januari 2001, 100 tahun hari setelah diletakkan,HMS Astute ditempatkan untuk armada kapal selam pertama Royal Navy's Holland 1. Dia adalah kapal selam pertama yang dibangun di Inggris sejak HMS Vengeance pada tahun 1998.

Astute diluncurkan pada tanggal 8 Juni 2007 oleh HRH The Duchess of Cornwall, 43 bulan terlambat dari jadwal . Peluncuran menarik lebih dari 10.000 penonton pembangun nya BAE Systems menggambarkan dirinya sebagai "kapal selam serangan terbesar dan paling mampu. Bahwa royal Navy telah beroperasi, dengan kinerja untuk menyaingi manapun di dunia ". 
Astute meninggalkan Barrow tanggal 15 November 2009 dan pada tanggal 20 November 2009, tiba di pelabuhan asalnya HMNB Clyde di Faslane.
Mulai tahun 2011-an, ia mulai tinggal 5-bulan di Uji bawah laut Atlantik Angkatan Laut AS dan Pusat Evaluasi di Bahama, di mana ia menembakkan Spearfish Heavy torpedo dan rudal Tomahawk.Astute meluncurkan dua Tomahawk, rudal pertama pada tanggal 15 November 2011. Mereka adalah kesembilan dan kesepuluh Angkatan Laut Royal Tomahawk uji coba penembakan. 
Pada bulan Februari 2012, Astute bertemu dengan USS Virginia kelas kapal selam New Mexico bawah air dalam Test Undersea Atlantik dan Pusat Evaluasi untuk serangkaian latihan perang. Hadir pula kepala Royal Navy, Laksamana Sir Mark Stanhope dan kepala Angkatan Laut Amerika Serikat, Laksamana Jonathan W. Greenert . Astute diserahkan kepada Angkatan Laut Kerajaan untuk layanan operasional pada akhir 2012.
Name: HMS Astute
Ordered: March 1997
Builder: BAE Systems Submarine Solutions,
Barrow-in-Furness
Laid down: 31 January 2001
Launched: 8 June 2007
Commissioned: 27 August 2010
Homeport: HM Naval Base Clyde
Identification: Pennant number: S119
Status: Commissioned

General characteristics

Class & type: Astute-class submarine
Displacement: 7,000 tonnes, surfaced
7,400 tonnes, dived
Length: 97 m (323 ft)
Beam: 11.3 m (37 ft)
Draught: 10 m (33 ft)
Propulsion: Rolls-Royce PWR2 reactor (with full submarine life core), MTU 600 kilowatt diesel generators
Speed: 29+ knots (54 km/h) submerged (design)
Range: Unlimited, except by food supplies and maintenance requirements
Complement: 98 officers and enlisted, capacity of 109 (All male)
Sensors and
processing systems: 
Thales Sonar 2076
Atlas DESO 25 echosounder
2 x Thales CM010 optronic masts
Raytheon Successor IFF
Armament: 
6 x 21-inch (533 mm) torpedo tubes with stowage for up to 38 weapons;
Tomahawk Block IV land-attack cruise missiles
Spearfish wire-guided heavyweight torpedoes

Meskipun ada opsi penambahan Kasel Nuklir dari Rusia, namun inipun dirasa sudah memadai.