Sabtu, 21 Desember 2013

44 SAAB GRIPEN NG MEDIUM CLASS TNI AU

Tender untuk pengadaan pesawat pengganti F5 Tiger telah selesai, diantara 4 kandidat yang bersaing telah dipilih salah satunya. Pesawat tempur SAAB Gripen NG dari Swedia telah dipilih menyisihkan 3 pesaing utamanya, yaitu Eurofighter Thypoon, Rafale dan F16 Blok 60. Dipilihnya Gripen NG ini bukan hanya karena paling murah biaya pengopersiannya saja tetapi juga dikarenakan sudah disertai TOT penuh, yang dimasa mendatang akan mampu memproduksi pesawat ini sendiri dan mengembangkan proyek IFX hasil kerjasama dengan Korea Selatan. Selain itu masih mendapat paket tambahan berupa pelatihan, simulator, 8 AEW, suku cadang dan sistem pengintegrasiannya.
gripen-ng
Pembelian Gripen NG ini dikhususkan untuk mengatasi ancaman dari selatan yaitu Australia, mengingat semakin bertambahnya pasukan AS yang ditempatkan di Pulau Cocos dan Pulau Christmas yang merupakan pangkalan bersama Australia dan Amerika Serikat. 
Gripen E.jpg
Jumlah yang telah disepakati adalah 44 buah, yang akan dibagi menjadi 2 skuadron besar (22 pesawat), dimana pengiriman batch pertama adalah tahun 2015. Lamanya waktu pengirimannya ini dikarenakan adanya pesanan 'khusus' dari Indonesia yang berbeda dari Gripen NG aslinya, baik jeroannya maupun persenjataannya. Namun pada tahun ini juga akan datang 10 Grippen dari AU Swedia dengan status pinjam pakai yang akan dikembalikan ketika Grippen NG telah datang  1 Ska. 
Gripen Next Generation
Gripen Next generation yang ditawarkan Swedia sebenarnya termasuk pesawat generasi 4.5 ++. Dimana pesawat sudah dilengkapi radar AESA SELEX Galielo, salah satu kelebihan radar AESA adalah sulit di-jamming dan memiliki pancaran radar yang lebih luas untuk menangkap obyek baik di permukaan maupun di udara.
Salah satu kelebihan lain Gripen adalah bisa membagi  deteksi radar mereka . Jadi 4 pesawat bisa saling membagi data, melalui datalink mereka dalam patroli sehingga menjadi seperti mini AWACS  dalam suatu patroli rutin. Tentu saja ini suatu keuntungan besar bagi Negara yang luas seperti Indonesia.
Selain memiliki kemampuan di atas , adalah daya angkut senjata Gripen NG yang mampu menggotong sebesar 6 ton seperti list di foto bawah ini
2
Keunggulan dalam membawa senjata selain mampu membawa rudal AAM jarak pendek dan jarak jauh pesawat ini mampu berperan sebagai pesawat serang maritim dengan membawa 2 RBS-15 yang berjarak jangkau 250 km. Seperti yang kita ketahui sekalipun kita adalah negara maritim namun selama 45 tahun sejak Orde Baru TNI AU tidak memiliki pesawat berkemampuan serang maritim seperti Tu-16KS dan Il-28T yang pernah dimiliki TNI di tahun 60-an. Saat ini baru Su-30MK saja yang dilengkapi dengan kemampuan secara terbatas.
Dan yang paling menarik dari Gripen NG adalah biaya perawatannya yang diklaim paling murah dibanding pesawat sekelasnya, setelah 4 tahun mengoperasikan Gripen C/D , Thailand mengaku sangat puas  akan kinerja pesawat ini, karena biaya operasional yang sangat murah diklaim separuh dari F-16A/B milik Thailand.
259h5k8
Ragam senjata pada Gripen NG
Ragam senjata pada Gripen NG
Cost per Flying Hour atau biaya terbang per jam adalah patokan untuk urusan perawatan pesawat , komponen yang dihitung biasanya adalah suku cadang, BBM dan gaji operator yang meliputi pilot dan kru darat. Biaya perawatan yang murah ini mendorong India dan Brazil untuk mempertimbangkan Gripen kembali, sekalipun di awalnya keduanya tertartik kepada Rafale dan Super Hornet , apalagi saat ini semakin banyak komponennya yang bisa diproduksi sendiri seperti yang diinginkan Brazil dan India.
Selain keunggulan di atas, Gripen NG juga memiliki jarak tempuh sejauh1.300 km dan bisa didukung dengan KC-130B Hercules TNI-AU karena memiliki system IFR probe seperti yang dimilki Sukhoi Su-30 Flanker dan Hawk 200. Dan paling terakhir adalah kemampuan STOL (short take off landing)-nya, yakni dapat mendarat di landasan pendek, sehingga ia bisa  dioperasikan dari seluruh landasan udara di Indonesia.
Keunggulan Gripen NG dan Transfer Teknologinya Bagi Indonesia
Melihat keunggulan yang ditawarkan ke Swiss, Thailand dan Brazil, maka tak ragu mengenai keunggulan offset dan kerjasama yang ditawarkan Gripen NG nantinya akan memiliki dampak signifikan bagi BUMNIS Indonesia, terutama bagi PT DI dan PT LEN yang tentunya akan memperoleh teknologi yang akan dikembangkan tidak sedikit, melainkan akan menjadi suatu loncatan besar ke depan bagi industri kita. Bisa menyediakan perawatan dan memiliki kemampuan ekspor komponen pesawat tempur tentulah banyak dicita-citakan oleh teknokrat kita. Selain itu jika kita membeli system Erieye seperti yang dimiliki Thailand, maka system ini bias dipasang di CN-235 yang diproduksi PT DI.
Gripen menganut sistem STOL, ideal untuk dioperasikan dari landasan yang pendek.
Gripen menganut STOL, ideal untuk dioperasikan dari landasan yang pendek.
Tampilan kokpit Gripen
Tampilan kokpit Gripen
Dan yang kedua tentunyalah kita tidak rugi mengoperasikan alutsista yang serba bisa ini untuk saling mengisi dengan armada Flanker kita karena kemampuanya yang besar seperti yang disebutkan di atas mampu berperan sebagai mini AWACS, misi serang maritim, serang darat dan patroli udara. Tentunya ini suatu kemajuanbesar bagi pertahana  negeri ini. Ibaratnya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui karena kita memiliki alutsista canggih, memiliki kemampuan bekerjasa di bidang AEW yang dipasang di CN-235 dan bisa ditawarkan di pasaran ekspor dengan menggandeng SAAB, kemampuan merawat Gripen dan menjadi partner SAAB, serta menjadi produsesn komponen Gripen NG untuk diekspor bagi negara calon pemakainya.
Pengganti F-5 E/F Tiger II TNI AU
Seiring menuanya usia pakai jet tempur TNI AU, modernisasi menjadi program yang wajib dilakukan. Bila A-4E Skyhawk telah digantikan oleh Hawk 200, kemudian jet latih lanjut Hawk MK53 digantikan oleh T-50i Golden Eagle, lantas bagaimana dengan nasib F-5E/F Tiger II yang ada di skadron 14? Dari segi usia pakai, jet tempur bermesin ganda ini memang masih bisa digunakan hingga tahun 2020. Tapi disisi lain, teknologi dan update sistem senjatanya sudah ketinggalan. Shelter F-5 pun tengah disiapkan di museum Dirgantara – Yogyakarta, menyiratkan bahwa sang Macam tak lama lagi memang akan masuk masa pensiun.
Kemampuan isi bahan bakar di udara menjadi poin penting untuk standar jet tempur TNI AU
Kemampuan isi bahan bakar di udara menjadi poin penting untuk standar jet tempur TNI AU

Melihat kehandalan yang ditawarkan Gripen, terutama pada contoh kasus di Thailand, maka akan sangat ideal bila jet asal Swedia ini dapat dicanangkan sebagai pengganti F-5E/F Tiger II. Dengan segala keunggulannya yang telah diulas, rasanya Gripen layak menjadi jet tempur garis depan untuk TNI AU.
Spesifikasi Gripen NG3

Senin, 16 Desember 2013

DUET MAUT MBT LEOPARD 2A7 DAN MBT T90MS TAGIL UNTUK TNI AD

 Leopard 2A7+


     Langkah Indonesia menyikapi penyadapan Australia dan Amerika Serikat sangat cerdas. Dengan membekukan kerjasama militer, inteligen, dan kerjasama penanggulangan imigran gelap serta dengan mengajukan prasarat untuk normalisasi hubungan antar negara yaitu menentukan Code of Conduct. Terbukti setelahnya, Australia segera mengirim pesanan pesawat angkut Hercules ke Indonesia yang rupanya untuk mengambil hati pemerintah kita agar dapat menurunkan tensi memanasnya hubungan. Amerika juga mengirimkan helikopter serang berat yaitu Apache sebanyak 8 buah lengkap dengan persenjataannya. 
     Namun, rupanya pemerintah tidak mau terlena dengan bujukan dan rayuan mereka, secara diam-diam telah memesan 1000 MBT Leopard 2A7 dan 1000 MBT T90MS Tagil. Ini adalah komposisi ideal model Indonesia, mengkombinasikan alutsista barat dengan alutsista timur. Leopard dipesan langsung dari Jerman dan T90MS langsung dari Rusia. Kedua MBT ini sudah teruji di medan pertempuran, merupakan MBT yang terbaik dikelasnya. Tidak salah jika Indonesia mengakuisisi MBT ini, yang dinegaranya asal akan segera digantikan oleh adik-adiknya.

Leopard 2A7


Leopard 2A7
The Leopard 2A7 MBT memiliki baju besi tambahan dan ditujukan untuk perang kota


Layanan Dimasukkandiharapkan pada tahun 2012
Awak kapal4 orang
Dimensi dan berat
Berat67,5 t
Panjang (forward gun)10.97 m
Panjang Hull7,7 m
Lebar4 m
Tinggi~ 3 m
Persenjataan
Meriam utama120-mm smoothbore
Senapan mesin1 x 12,7 mm, 1 x 7,62 mm
Kisaran elevasi- 9 sampai + 20 derajat
Kisaran melintasi360 derajat
Beban Amunisi
Meriam utama42 putaran
Senapan mesin?
Mobilitas
MesinMTU MB-837 Ka501 diesel
Kekuatan mesin1 500 hp
Kecepatan jalan maksimal72 km / jam
Jarak450 km
Cara menggerakkan
Lereng60%
Side lereng30%
Langkah Vertikal1,15 m
Parit3 m
Fording1 m
Fording (dengan persiapan)4 m
   The Leopard 2A7 tank tempur utama dikembangkan oleh Jerman Krauss-Maffei Wegmann bekerjasama dengan Angkatan Darat Jerman. Ini adalah paket upgrade diusulkan untuk MBTS yang ada. Ini pertama kali terungkap pada 2010. Ini adalah pengembangan lebih lanjut dari Leopard 2A6 MBT . Ini mencakup beberapa subsistem dari Leopard 2 PSO. The Leopard 2A7 ditujukan untuk perang kota, konflik intensitas rendah, serta operasi militer konvensional.Saat ini salah satu yang terbaik tank tempur utama di dunia.Tentara Jerman berencana untuk meng-upgrade sekitar 50-150 Leopard 2 tank dengan standar 2A7. Upgrade program akan dimulai pada tahun 2012. Pada tahun 2011 Jerman setuju untuk menjual lebih banyak tank 200 ini tank tempur utama ke Arab Saudi. Kemudian, pada 2013, Qatar memerintahkan 62 dari MBT ini.
   The Leopard 2A7 adalah paket upgrade modular, sehingga lainnya Leopard 2 tank dapat ditingkatkan ke standar ini. Sistem tempur dapat dioptimalkan tergantung pada kebutuhan pelanggan.
   Perlindungan tank tempur utama ini lebih ditingkatkan. The Leopard 2A7 dilengkapi dengan baju besi pasif tambahan. Ia menawarkan 360 ° perlindungan terhadap putaran RPG.Side skirt baru dipasang. Perlindungan lantai lambung juga meningkat untuk menahan IED dan ranjau darat. MBT ini memiliki baju besi modular, sehingga modul yang rusak dapat dengan mudah diganti dalam kondisi lapangan.
   Ini tank tempur utama dipersenjatai dengan pistol smoothbore Rheinmetall 120-mm / L55. Pistol yang sama digunakan pada Leopard 2A6. Ia memiliki akurasi tembakan yang lebih baik dan jangkauan yang lebih panjang, dibandingkan dengan sebelumnya Leopard 2 tank. Pistol dimuat secara manual dan kompatibel dengan semua amunisi standar NATO, serta diprogram baru dikembangkan HE amunisi. Putaran ini memungkinkan untuk terlibat target di belakang cover dan di dalam bangunan. Sebanyak 42 putaran dilakukan untuk meriam utama. 15 putaran disimpan dalam kesibukan menara dan siap untuk digunakan. Sisa putaran disimpan di dalam lambung.
   Persenjataan sekunder terdiri dari senapan mesin 12,7 mm. Hal ini dipasang di stasiun senjata dikendalikan dari jauh di atas atap. Ada juga 7,62 mm senapan mesin koaksial.
   Ini tank tempur utama memiliki sistem gambar termal depan dan belakang untuk pengemudi. Komandan dan penembak memiliki kamera tambahan untuk jangka panjang pengawasan. Kendaraan juga membawa komando dan kontrol peralatan canggih.
   The Leopard 2A7 dioperasikan oleh awak empat, termasuk komandan, penembak, loader dan sopir.
   The Leopard 2A7 mempertahankan mesin itu pendahulunya. Hal ini didukung oleh MTU MB-837 Ka501 turbocharged diesel, mengembangkan 1 500 hp. MBT ini juga dilengkapi dengan unit daya tambahan, yang kekuatan semua sistem, ketika mesin utama dimatikan. Meskipun peningkatan kendaraan berat telah meningkatkan mobilitas karena komponen suspensi ditingkatkan. Kinerja cross-country mirip dengan yang ada pada 2A5 dan 2A6 tank. Ini tank tempur utama dapat dilengkapi dengan pisau dozer depan-mount untuk diri entrenching dan kliring hambatan. Bajak tambang atau rol tambang juga dapat dilampirkan.

T-90MS Tagil


T-90MS Tagil
The T-90MS Tagil adalah versi terbaru dari T-90 tank tempur utama Rusia


Layanan Dimasukkan?
Awak kapal3 orang
Dimensi dan berat
Berat48 t
Panjang (forward gun)~ 10 m
Panjang Hull6,8 m
Lebar3,5 m
Tinggi~ 2.3 m
Persenjataan
Meriam utama125-mm smoothbore
ATGW9K119M (AT-11 Sniper-B)
Senapan mesin2 x 7,62 mm
Kisaran elevasi- 6 sampai + 14 derajat
Kisaran melintasi360 derajat
Beban Amunisi
Meriam utama40 putaran
ATGW?
Senapan mesin2 800 putaran
Mobilitas
MesinV-92S2F diesel
Kekuatan mesin1 130 hp
Kecepatan jalan maksimal72 km / jam
Jarak550 km
Cara menggerakkan
Lereng60%
Side lereng40%
Langkah Vertikal0,8 m
Parit2.85 m
Fording1,2 m
Fording (dengan persiapan)5 m
   The T-90MS adalah versi terbaru dari Rusia T-90 tank tempur utama. Hal ini juga disebut sebagai Tagil. Ini adalah versi modern dan memiliki sejumlah perbaikan dan peningkatan kemampuan operasional atas pendahulunya itss.The Tagil pertama kali terungkap pada 2011. Hal ini sedang diusulkan untuk Angkatan Darat Rusia dan operator ekspor mungkin, termasuk India.India berencana untuk mendapatkan 236 ini tank tempur utama.
   The T-90MS Tagil MBT telah meningkatkan turret. Survivability tangki ditingkatkan dengan menambahkan kesibukan menara. Mesin tempur ini memiliki lapis baja komposit baru serta built-in Relikt baja reaktif eksplosif (ERA) di tempat sebelumnya Kontakt-5. The Tagil dilengkapi dengan side skirt dengan built-in ERA Relikt. Ada juga sistem Shtora-1 penanggulangan, yang secara signifikan mengurangi kesempatan dipukul oleh musuh anti-tank dipandu senjata dengan bimbingan semi-otomatis. Seperti biasanya tank ini dilengkapi dengan perlindungan NBC dan sistem pencegah kebakaran otomatis.Interior dilapisi dengan spall kapal.
   The T-90MS dipersenjatai dengan 125-mm gun smoothbore akurasi tinggi baru. Senapan ini telah meningkatkan jangkauan api atas senjata sebelumnya. Ini api APFSDS, HE HE-Frag dan putaran. The Tagil juga kebakaran 9K119 Refleks (NATO penunjukan AT-11 Sniper-B) anti-tank dipandu rudal dengan cara yang sama seperti amunisi biasa. Rudal ini memiliki kisaran 4-5 km dan juga dapat melibatkan helikopter yang terbang rendah. Sebanyak 40 putaran yang dilakukan untuk meriam utama. The T-90MS menggunakan carousel-jenis autoloader terbukti. Seperti itu pendahulunya 22 putaran disimpan dalam autoloader dan siap untuk digunakan. Namun putaran tersisa disimpan dalam menara kesibukan baru daripada kompartemen kru untuk menghindari risiko ledakan.
   Persenjataan sekunder terdiri dari senapan mesin koaksial 7,62 mm dan stasiun senjata dikendalikan dari jarak jauh, juga dipersenjatai dengan senapan mesin 7,62 mm. Kedua senapan mesin dioperasikan di bawah armor.
   The T-90MS Tagil telah diperbarui observasi dan bertujuan perangkat, baru sistem pengendalian kebakaran Kalina. Ini juga memiliki kemampuan pemburu-pembunuh dan trek yang dipilih target secara otomatis. Hal ini menyatakan bahwa tangki baru 15-20% lebih akurat daripada pendahulunya.
   Ini tank tempur utama memiliki tiga awak, termasuk komandan, penembak dan sopir.
   The T-90MS Tagil ini didukung oleh mesin diesel baru V-92S2F turbocharged, mengembangkan 1 130 hp. Mesin digabungkan dengan transmisi otomatis dengan 7 maju dan 1 gigi mundur. Tangki baru ini juga telah meningkatkan suspensi dan drivetrain. Kecepatan jalan maksimal tangki ini telah meningkat selama itu pendahulunya. The Tagil ini juga dilengkapi dengan unit daya tambahan, yang kekuatan semua sistem ketika mesin utama dimatikan. Kendaraan tempur ini dilengkapi dengan kit rendam dalam, yang dapat diinstal oleh awak tangki dalam waktu 20 menit. Dengan rendam kit yang mendalam melekat dapat ford hambatan air hingga 5 m dalam. Tangki ini juga dilengkapi dengan pisau diri entrenching.

T-90MS TagilT-90MS TagilT-90MS TagilT-90MS Tagil
T-90MS Tagil
 Inilah momentum kebangkitan Macan Asia, yaitu Indonesia. Sudah selayaknya negara-negara dikawasan tidak lagi meremehkan bangsa ini, mereka seharusnya kawatir kapan kita akan ganti invasi mereka. LO NEKAT... GUE EMBAT....

Menunggu Frigate Kelas Admiral Gorshkov TNI AL

 

Frigate kelas Admiral Gorshkov Project 22350 

TNI AL rupanya tertarik dengan Frigate Kelas Admiral Gorshkov sehingga pada tanggal 20 September 2013, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio mengunjungi Galangan Kapal Severnaya Verf, Saint Petersberg, Rusia.

frigat kelas Admiral Gorshkov  , juga dikenal sebagai Project 22350 , adalah kelas dari kapal dariAngkatan Laut Rusia . Mereka telah dirancang oleh Biro Desain Severnoye , Saint Petersburg , yang memimpin kapal yang bernama Sergey Gorshkov .

Desain

22350 proyek adalah penerus efektif dari kelas Krivak . Tidak seperti pendahulunya Soviet-era mereka kapal baru sengaja dirancang untuk melakukan peran ganda. Kapal-kapal yang dapat mengeksekusi serangan jarak jauh, melakukan perang anti-kapal selam dan untuk melaksanakan misi pendamping.

Produksi

Rusia Angkatan Laut telah menetapkan persyaratan untuk 20-30 kapal tersebut. Desain kapal, yang dikembangkan oleh Severnoye PKB (Desain Northern Bureau) FSUE di St Petersburg, telah disetujui oleh Naval Command pada bulan Juli 2003. Rencananya adalah untuk sepenuhnya menggantikan tuaProject 956 Sovremenny kapal perusak kelas dan Project 1135 Burevestnik frigat kelas dalam empat armada Rusia.
Kapal memimpin, Admiral Gorshkov (nama sebenarnya Admiral Armada dari Uni Soviet Gorshkov ), dibaringkan pada tanggal 1 Februari 2006 di Severnaya Verf Shipyard di St Petersburg. Pada akhir Oktober 2008 Rusia wakil perdana menteri , Sergei Ivanov , mengumumkan bahwa kapal pertama di kelas akan siap pada tahun 2011. Dia mengatakan pembangunan tepat waktu kapal tempur adalah tugas prioritas industri perkapalan Rusia. The lead tanggal kapal penyelesaian diumumkan pertama sebagai 2009, tetapi kemudian sebagai 2010, dan kemudian sebagai 2011. Laporan terbaru menyatakan bahwa kapal akan bergabung dengan Angkatan Laut Rusia pada bulan November 2013. 
Pada 24 Juni 2009, selama "МВМС-IMDS 2009" International Naval Expo, Panglima dari Angkatan Laut Rusia, Laksamana Vladimir Vysotsky , mengumumkan bahwa produksi kedua Admiral Gorshkov frigate kelas akan dimulai di Severnaya Verf galangan kapal di St Petersburg pada akhir tahun ini. Pada bulan November 2009 galangan kapal Severnaya Verf di St Petersburg mengumumkan bahwa mereka akan memulai pembangunan kapal kedua kelas Admiral Kasatonov pada 26 November.  Kapal itu ditetapkan dalam upacara yang dihadiri oleh perwakilan dari Angkatan Laut Rusia, administrasi St Petersburg, dan Laksamana Igor Kasatonov - anak senama kapal, Vladimir Kasatonov . Admiral Kasatonov . diharapkan untuk bergabung dengan armada pada tahun 2014 
Fregat pertama melayang keluar dari dermaga peluncuran pada tanggal 29 Oktober 2010. Kapal ini hanya 40 persen selesai dan kemudian mulai dilengkapi. [ 11 ] Saat ini, peralatan mekanik utama dan sistem menyediakan launching aman telah diinstal, termasuk diesel gabungan dan turbin gas (CODAG) powerplant, majelis gear, drive shaft dan sekrup, dan fasilitas penyediaan tenaga listrik. Bekerja lebih lanjut akan dilakukan di dermaga pas galangan kapal. 
Pada tanggal 21 Agustus 2012, galangan kapal Severnaya Verf announched bahwa mereka telah dibawa keluar dua pinjaman empat tahun senilai RUB 16.23bn (sekitar USD 509.88m) dari BUMN Sberbank . Uang tersebut akan digunakan pada pembangunan Admiral Gorshkov kelas. 
Antara dua puluh dan tiga puluh kapal yang akan dibangun untuk Angkatan Laut Rusia. The Northern Wharf Shipyard sejauh ini mengumumkan telah menerima pesanan untuk enam unit. 
Kapal dirancang berdasarkan frigate Project 11356 yang dibuat untuk AL India serta dilengkapi dengan teknologi siluman.

Frigate kelas Admiral Gorshkov Project 22350 berbobot 4500 ton, panjang 130 meter dan lebar 16 meter dengan maksimum jelajah 4500 nm.

Persenjataan utama frigate ini 8 rudal jelajah anti kapal SS-NX-26 Yakhont, satu kanon terbaru A-192 130 mm, satu sistem ASW (Anti-Submarine) Medvedka-2 dan sistem pertahanan udara jarak menengah Hurricane, satu helikopter Ka-32.
Admiral Gorshkov Kelas Frigate
Frigat Admiral Gorshkov Class (proyek 22.350) sedang dibangun oleh Severnaya Verf OJSC untuk Angkatan Laut Rusia. The multirole baru, jangka panjang frigat dapat digunakan dalam anti-kapal selam perang dan pengawalan operasi.
"Kapal ini adalah yang pertama jangka panjang maritim kapal permukaan sedang dibangun untuk Angkatan Laut Rusia dalam 15 tahun."
Pada bulan Oktober 2005 Kementerian Pertahanan Rusia memesan dengan Severnaya Verf untuk pembangunan kapal utama, Laksamana Gorshkov Sergei. Hal ini dinamakan komandan-in-chief dari Angkatan Laut Soviet.Kapal ini adalah yang pertama jangka panjang kapal permukaan maritim sedang dibangun untuk Angkatan Laut Rusia dalam 15 tahun.
Keel dari Laksamana Gorshkov Sergei, yang pertama dari dua frigat yang sedang dibangun, dibaringkan di Severnaya Verf Shipyard di St Petersburg pada bulan Februari 2006. Hal itu melayang dari dermaga peluncuran pada bulan Oktober 2010.
Kapal dijadwalkan untuk bergabung dengan Angkatan Laut Rusia pada bulan November 2013. Pembangunan kapal kedua, Laksamana Kasatonov, dimulai pada bulan November 2009. Kapal ini diharapkan akan diserahkan pada tahun 2014. Keel untuk kapal ketiga, Laksamana Golovko, dibaringkan pada Februari 2012.
The Angkatan Laut Rusia bermaksud untuk membangun 20 kapal dari kelas Gorshkov. Enam frigat yang akan dikirimkan pada tahun 2020. Kapal-kapal baru akan melayani Baltik, Laut Hitam, Utara dan armada Pasifik.

Desain frigat Angkatan Laut Rusia

Pada bulan Juli 2003 Rusia Naval Command menyetujui desain dasar kapal tersebut. Ini dikembangkan oleh FSUE Severnoye PKB (Desain Utara dan Biro Pengembangan) di St Petersburg. Desain didasarkan pada fregat Talwar / Krivak IV Kelas dikembangkan oleh Rusia untuk India dan menggabungkan teknologi siluman.
Gorshkov Kelas frigat dirancang untuk beroperasi di lingkungan multithreat dan dilengkapi dengan jarak jauh permukaan-ke-permukaan dan permukaan-ke-udara rudal, yang dapat menyerang beberapa target secara bersamaan.
The fregat memiliki panjang keseluruhan 130m, seberkas 16m dan draft 16m. Mereka memiliki rentang operasional lebih dari 4.000 mil dan perpindahan dari 4.500 t. Kecepatan maksimum kapal adalah 30kt. Mereka dapat menampung sekitar 200 awak kapal.

Teknologi Penanggulangan / sensor

Gorshkov Kelas frigat dilengkapi dengan 3D radar pencarian udara, Puma radar pengendalian kebakaran dan sonar suite dengan lambung-mount sonar dan LF LF VDS sonar. Mereka juga dilengkapi dengan Garpun-BAL SSM penargetan dan sistem kontrol SAM.

Senjata dan persenjataan dari jarak jauh frigat multirole

The Admiral Gorshkov Kelas kapal dilengkapi dengan 130mm senjata baru me-mount, sistem 30mm close-in senjata (CIWS) pistol dan delapan SS-NX-26 Yakhont anti-kapal rudal jelajah. Rudal Yakhont dapat ditembakkan terhadap sekelompok kapal permukaan dan kapal angkatan laut tunggal.
"The Angkatan Laut Rusia bermaksud untuk membangun 20 kapal dari kelas Gorshkov. Enam frigat yang akan dikirimkan pada tahun 2020."
Sistem senjata lainnya termasuk Medvedka-2 ASW (anti-kapal selam perang) sistem dan menengah sistem rudal pertahanan permukaan-ke-udara Hurricane. Kapal juga dapat dilengkapi dengan tabung torpedo 21in untuk membawa torpedo.
Gorshkov adalah satu-satunya kapal tempur Rusia harus dilengkapi dengan rudal BrahMos. BrahMos adalah rudal jelajah supersonik yang dikembangkan oleh BrahMos Aerospace, sebuah kolaborasi antara Rusia dan India.
Rudal itu memiliki jangkauan 180 mil (290km) dan mampu membawa hulu ledak konvensional hingga £ 660.
Tanah dan laut target dapat berhasil terkena rudal saat bepergian pada ketinggian serendah sepuluh meter (30ft) dan pada kecepatan Mach 2,8, tiga kali lebih cepat dari subsonik Tomahawk cruise rudal buatan AS. The Angkatan Laut Rusia berencana untuk melengkapi kapal dengan enam rudal BrahMos.

Propulsion dan kekuatan kapal Admiral Gorshkov Kelas

Helicopter_Russian_Navy
Frigat dilengkapi dengan turbin gas gabungan dan turbin gas (COGAG) sistem propulsi. Dua turbin gas cruise dan dua turbin gas dorongan akan terhubung melalui dua poros.
The COGAG propulsi lebih efisien daripada gabungan diesel dan gas (CODAG) dan sistem gabungan diesel atau gas (CODOG) propulsi. Sistem COGAG memberikan transit yang lebih ekonomis pada kecepatan pelayaran. Sistem propulsi menyediakan kecepatan maksimum 30kt.
The Gorshkov Class memiliki dek penerbangan belakang dan hanggar untuk membawa helikopter Ka-26/27 canggih. Helikopter dilengkapi dengan sistem radar yang mendeteksi dan melacak kapal selam.
Semoga, kedatangannya cukup memberi efek gentar bagi negara-negara tetangga yang 'nakal' yang mencoba mengutak-atik kedaulatan bangsa ini.

Minggu, 01 Desember 2013

WELLCOME HOME AH-64D APACHE LONGBOW

AH-64D Apache dalam penerbangan (Neg #: DVD-1098-2)
Kedatangan secara bertahap helikopter serang telah dimulai sejak akhir Nopember 2013 melalui Kapal Induk Amerika Serikat yang bersandar di Philipina untuk membantu korban Badai Haiyan. Diperkirakan 40 unit akan diterima TNI AD, yang merupakan tonggak sejarah bagi kekuatan militer baru yang disegani di kawasan Asia Pasifik dimana sedang menghangatnya suhu kawasan terkait dengan isu LCS dan penyadapan oleh "Five Eyes". Helikopter ini secara kualitas jauh diatas Apache yang dimiliki oleh Korea Selatan dan India, dan dari harganya juga terpaut jauh. Ini penting sekali, agar dipahami oleh masyarakat Indonesia terutama pengamat militer, bahwa kita memang membutuhkan alutsista canggih dengan kualitas nomor satu dan bukan KW 2.
AH-64D Apache Longbow
Helikopter AH-64 D Apache Longbow merupakan keluarga dari  helicopter Apache AH-64 A yang battle proven. Helikopter seri awal  ini biasanya dipersenjatai dengan 16 peluru kendali berpandu laser Hellfire, 76 buah roket 70 mm dan atau dikombinasikan dengan kanon otomatis 30 mm yang membawa 1200 peluru high explosive.
Helikopter Apache Angkatan Darat AS (US Army)  memainkan peranan penting pada operasi di Panama (Operation Just Cause) pada tahun 1989. Kemudian diterjunkan dalam perang pembebasan Kuwait, dengan menghancurkan unit-unit radar peringatan dini. Pada Operation Dessert Storm, AH-64 A menunjukkan kehandalannya dengan menghancurkan lebih dari 500 unit tank dan ratusan APC (armored Personel Carrier), truk dan kendaraaan militer lainnya.
Dalam Perang Teluk, AH-64 A yang telah dilengkapi dengan sensor dan system penglihatan membuktikan keefektifannya, ini dibuktikan dengan ribuan jam operasi dan kesiapan tempurnya diatas 85 persen.
Boeing Company telah men-deliver 937 unit AH-64 A Apache, yang terdiri dari 821 unit untuk Angkatan Darat AS dan 116 unit untuk export seperti ke Mesin, Yunani, Israel, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab antara tahun 1984.
Mesin Apache adalah dua mesin turboshaft T700-GE-701 buatan General Electric Aviation, sedangkan Apache untuk Inggris dicangkokan mesin RTM322 buatan Roll Royce/Turbomeca.
Dengan dukungan mesin ini, Apache memiliki kemampuan menanjak dengan kecepatan 889 m/menit, kecepatan maksimum adalah 279 km/jam, daya jelajah non stop 1900 km.  Lama terbang mencapai3 jam 9 menit, dengan berat 5165kg dan maksimum berat saat take off 10433kg.
Dengan kemampuan ini, Apache berfungsi sebagai close air support dan mengawal tentara dan kendaraan tempur pada zona perang.
AH-64D Apache Longbow
AH-64D Apache Longbow
Radar yang melengkapi helicopter AH-64 D Longbow mempunyai beberapa keunggulan, meliputi :
-       Keakuratan penghancuran pada  jarak yang lebih jauh
-       Beroperasi siang maupun malam
-       Mengidentifikasi 128 target dalam waktu kurang satu menit
-       Integrasi sensor, jaringan dan komunikasi digital, memiliki management tempur dalam real time, dapat men-transmisikan  image dan target lokasi ke komandan operasi lapangan.
Persenjataan yang dapat diangkut oleh helicopter ini meliputi :
-       Kanon otomatis 30 mm Boeing M230 dengan kecepatan menembak 625 peluru dalam satu menit. Amunisi yang diangkut adalah sebanyak 1200 peluru.
-       Peluru kendali udara ke darat Lockheed .Martin/Boeing AGM-114 D Longbow Hellfire, dengan jangkauan sasaran 8 – 12 km.
-       Dapat dilengkapi juga dengan peluru kendali udara ke udara (Stinger, AIM 9 Side winder, Mistral dan Sidearm). Dilengkapi juga dengan Hydra, yang merupakan system senjata penghancur  lebih presisi (Advanced Precision Kill Weapon System – APKWS), merupakan keluarga dari roket 70 mm berpandu atau tidak berpandu. Bahkan sudah dilengkapi dengan APKWS II, dengan system pandu –laser merupakan kerja sama dengan BAE System. Angkatan Darat Inggris melengkapi helicopter canggih ini dengan system roket CRV7  70 mm.
-       Dalam operasi tempur, biasanya Apache membopong 16 peluru kendali Hellfire dan 4 peluru kendali udara ke udara.
Helikopter AH-64D Longbow dilengkapi dengan Radar Longbow millimeter wave buatan Northrop Grumman. Radar ini dapat bekerja baik pada kondisi visibility yang buruk.
Lockheed Martin juga mengembangkan perlengkapan Target Acquition Designation Sight (TADS) dan Pilot Night Vision Sensor (PVNS).  TADS dapat menyajikan image dari target dalam bentuk direct-view-optic, televisi dan three field of view dari hasil system Forward Looking Infra Red (FLIR), yang ditujukan untuk mencari, mendeteksi dan mengenali sasaran. Image dari hasil PVNS kemudian didisplay oleh system yang dibuat oleh Honeywell pada system Integrated Helmet and Display Sighting System (IHADSS), sehingga dapat dilihat baik oleh Pilot, Co Pilot dan Gunner pada alat monocular yang terpasang pada helm masing-masing.
Lebih jauh Lockheed Martin mengembangkan system Arrowhead, yaitu system baru targeting and night vision dari hasil pengembangan generasi kedua sensor long wave infra merah yang menghasilkan perbaikan pada jarak dan resolusi gambar yang dihasilkan. Improvemen ini memberikan kelebihan image hasil FLIR dalam bentuk three field of view, dual field of view, CCD TV camera, electronic zoom, target tracker dan auto boresight.
Helikopter inipun dilengkapi dengan :
-       AN/APR-39 A (V) radar warning receiver dari Northrop Grumman dan Lockheed Martin.
-       AN/APR-48 A Radar Frequency Interferometer Electronic Support Acquisition System
-       AN/ALQ-144 Infrared countermeasures dari BAE System
-       AN/AVR-2 laser warning receiver dari Goodrich
-       AN/ALQ-136 (V) radar jammed dari ITT
Helikopter Apache untuk Inggris, UK AH mk1 khusus dilengkapi dengan system radar warning receiver Sky Guardian, yang merupakan satu paket Helicopter Integrated Defensive Aids Suite (HIDAS)  dari BAE System.
Sedangkan Israel melengkapinya dengan Elisa Seraph  self protection system, termasuk didalamnya SP-65 sistem peringatan peluru kendali dan SPJ-40 radar jammer.
Dibandingkan dengan AH-64D Apache tanpa radar, hasil uji coba pada tahun 1995, menunjukkan keunggulan dari AH-64 D Longbow adalah sbb :
-       400 % lebih mematikan.
-       720 % lebih survivable
-       Dapat dengan mudah menghancurkan target bergerak atau target diam saat  system optic tidak efektive.
-       Mampu mendeteksi dan mengklasifikasi 128 target dalam satu waktu, dapat mengidentifikasi 16 target yang dinilai paling membahayakan, dapat men-transmit informasi ke pesawat lainnya dalam waktu 30 detik.
-       Mempunyai keakuratan lebih baik pada jarak tembak yang lebih jauh dan dapat bertempur lebih efektiv pada malam hari dan segala cuaca.
-       Sistem komunikasi yang canggih dan kemampuan tempur memberikan komandan lapangan kemampuan lebih efektiv dalam memanage pertempuran abad ke 21.
Jadi, kalau AH-64D Apache Longbow harga per unit mahal, tentu saja karena helicopter ini merupakan helicopter tempur canggih yang dijejali didalamnya perlengkapan penginderaan, komunikasi dan jammer serta persenjataan mematikan yang telah membuktikan kehandalannya dalam setiap medan pertempuran di abad 21.
WELLCOME HOME APACHE....